jendela di sebelah tempat tidurku terbuka! aku kaget setengah mati! karena saat itu purnama benar-benar sesempurna bintang jatuh. dia tersenyum dari kejauhan dengan para kelinci yang terus bekerja tak mengenal waktu demi semua makhluk di bumi. angin yang saat itu tak sedingin saat aku harus menghadapi badai tropis yang terjadi di tahun 2005. aku benci karena saat itu aku harus berlari mengejar-ngejar kaus dalamku yang terbawa angin. tapi angin ini berbeda, membuat diriku sedikit merinding tapi bukan saat merinding melihat film hantu. angin yang hangat yang masuk, merasuk ke hidung menjamah bagian dalamku, hingga alat vitalku pun merasakannya. rambutku juga merasakan hal yang sama, ada kehangatan yang menerpa di kala dinginnya malam saat itu.
sejenak aku terdiam. saat itu yang ada hanyalah kosong yang benar-benar hampa. hingga aku tak sadar bahwa aku tak berani membuka mataku karena mataku telah terpejam terlebih dahulu. jendela itu belum aku tutup. aku merasakan nyaman yang berkepanjangan yang aku yakin, akan bisa membahagiakanku lebih lama lagi.
namun, suara apa itu? aku benar-benar takut. pekikan kematian yang datang dari jauh sana semakin lama mendekat...mendekat...dan mendekat... aku panik dan bingung! mataku masih terpejam dan masih merasakan keadaan yang sangat nyaman. benar-benar nyaman... aku tak bisa menolak kebahagiaan ini, takkan bisa! karena aku yakin kesempatan ini takkan datang dua kali. aku panik sekaligus bahagia. mana yang harus kupilih?
suara itu semakin mendekat! menggoyahkanku dari kenyamanan yang ada. aku masih terpejam. tak mau membuka mata. karena aku tahu, ini adalah sebuah pilihan.
suara itu kini ada diambang telingaku... dan membuat telingaku sakit...sakit... namun kenyaman itu...
aku membuka mata...
aaa...
====
' kamu?'
'kamu?'
'kenapa kamu ada disini? bukannya... kamu,'
'sudah.. cukup tentang diriku.. para pencari kebahagiaan itu memang selalu menghalalkan segala cara. aku muak dengan mereka.'
'itulah hidup!'
'sayangnya aku belum pernah bertemu dengan hidup'
'maksudmu, kamu itu... makhluk imajiner?'
'melebihi imajiner... tidak-tidak.. aku tetap makhluk ciptaan TUHAN. butuh makan, butuh minum, butuh teman, butuh sahabat, butuh cinta.'
'itu hidup namanya...'
'tidak! aku tidak hidup... TUHAN bilang, aku ini bernama MANUSIA'
'lho, berarti kamu makhluk hidup! manusia itu termasuk...'
'aku tahu... manusia, hewan,tumbuhan ada dalam pelajaran biologi. termasuk dalam kategori makhluk hidup yang ada di bumi ini.'
'ooo... aku mengerti sekarang! kamu itu manusia planet?'
'salah...'
'kamu...makhluk yang sednag melakukan invasi ke bumi?'
'bukan..'
kamu..kamu..saprofit?'
'saya tidak serendah itu... saya sama sepertimu... bukankah kita pernah bertemu?'
'kalau begitu, kamu itu manusia?'
====
dia mengangguk.
aku tersadar. aku takut semua ini hanya fana. aku melihat purnam. dan dia masih tetap tersenyum padaku! dengan kelinci yang aku bisa dengar desahan kecapaian memutar roda cahaya.
====
jawabannya membuat diriku terbingung. dia adalah manusia tapi tidak hidup. apakah ia hantu? bulu kudukku setengah berdiri. aku memberanikan diri untuk bertanya.
'jadi... maksud kamu... kamu... kamu adalah...hantu?'
pelan sekali aku berbicara, hingga ia mendekatkan telinganya ke mulutku.
dia terdiam.
dia tersenyum.
dia tertawa.
aku semakin ketakutan.
dia tertawa semakin kencang, memecahkan kesunyian malam.
aku takut sekali, ingin sekali aku menutup jendela. namun aku takut dia adalah hantu. jadi percuma.
akhirnya ia berhenti dari tawanya yang panjang.
====
'kamu aneh..'
'apa yang salah dariku?'
ia tertawa lagi.
'aku ini jawaban yang enkau cari.'
'maksudmu?'
ia tertawa untuk kesekian kalinya.
' selama ini, apa yang kamu lakukan, berdoa di depan TUHAN, memohon, mengemis demi satu harapan yang selalu menjadi pertanyaanmu'
'maksudmu? aku tak pernah ingat tentang itu... rasa-rasanya aku tak pernah punya satu harapan dan memohon,mengemis pada TUHAN'
'bersyukurlah, hal yang kamu mau telah terwujud berkat doa mu pada TUHAN'
'memangnya apa yang telah terjadi? apa yang telah kulakukan?'
ia terdiam. bisu.
'membunuhku'
aku bingung. apa aku benar-benar bermimpi?
'membunuhmu? kau hantu? apa yang sebenarnya terjadi? dan siapa kamu?
ia kini tertawa lagi
'aku... adalah kamu'
'maksudmu? aku sudah mati?'
lama ia tak menjawab.
ia menggeleng.
'aku yang mati'
'kalau aku adal...'
ia memotong pembicaraanku.
'aku adalah bagian dari hidupmu yang terdahulu. aku adalah bentuk pikiranmu yang tak pernah membuatmu untuk selangkah lebih maju. aku penghalang bagimu. aku yang selalu berpikir bahwa hidup itu adalah sebuah kesalahan. aku yang selalu menyalahkan diri kamu. aku yang selalu realistis dan menolak perubahan. tapi setidaknya, aku senang melihat keadaan dirimu yang sekarang. semenjak TUHAN mengabulkan permintaanku, sekaligus membunuhku. kau adalah harapanku satu-satunya.'
aku bingung tak ingin meneteskan air mata.
ia melanjutkan percakapannya
'aku datang untuk mengucap perpisahan, aku akan pergi jauh dari dirimu. karena aku tahu, aku tak pantas ada dalam dirimu. aku akan pergi... takkan pernah mengganngumu lagi.. jadilah harapan yang baru... seperti cahaya purnama yang sekarang terus menerangimu. aku menaruh harapan padamu...diriku yang baru'
====
aku membuka mata. jendela itu masih terbuka. namun tak memberikan lagi kesan hangat seperti tadi. kali ini angin berhembus sedingin es. lembang tak pernah berubah iklim. mungkin akan berubah saat kiamat nanti. tapi aku tahu, aku tak mau semua itu terjadi. aku menutup jendela. dan terus memikirkan apa ang terjadi. saat itu aku berdoa, semoga ada harapan baru dalam hidupku. saat itu jam dua malam. saat itu pula diriku yang lama pergi meninggalkan diriku yang baru.
pszht.281007. awalnya bingung mau diapain...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


Smooth and creamy with a few rough bits mixed in, you are a real treat! You are probably very popular amongst your friends. Remember too much of a good thing is not always good! Don't lay it on too thick!
No comments:
Post a Comment