Friday, September 28, 2007

ada dua orang yang bersahabat lamaaaaaaaa sekali
sampai salah satu dari mereka buta... sahabat yang lainnya otomatis bertanya, 'kenapa kamu buta??? kog bisa kamu tiba-tiba buta...'

'aku gak tahu, mataku emang tiba-tiba remang. tak terlihat sedikitpun sudut atau warna di dunia ini.'
si buta menangis....
sahabat lainnya menghiburnya.
dia tahu bahwa si buta butuh dia...
dia selalu ada di sampingnya, menunnguinya, sampai tak terasa... dia telah lumpuh seluruh badan...

semua anggota tubuhnya tak bisa digerakkan. kaku, bahkan untuk bicara satu kata saja, dia lebih dari orang gagap.

si buta bingung!!!
karena dikiranya, si lumpuh telah meninggalkannya karena mungkin dia muak dengan sifatnya yang ia akui bahwa memang ia membutuhkan orang lain di dunia ini. ia sadar ia terlalu ketergantungan terhadap si lumpuh...

akhirnya ia memutuskan untuk turun dari ranjangnya tanpa tahu bahwa si lumpuh masih setia terbaring di sebelahnya. ia meraba-raba turun dari ranjang. awalnya ia terjatuh, tapi akhirnya ia bisa berdiri meskipun ia tak tahu kemana ia akan pergi. satu hari pertama dihabiskannya untuk keluar dari rumahnya. si'lumpuh berusaha berteriak...
tapi percuma, kecepatan ia berbicara lebih lambat dari siput yang sedang berjalan...

si buta akhirnya keluar rumah... ia pergi tanpa tahu tujuan.
berjalan terus, terkadang ia memakan apa yang ia raba tanpa tahu apakah itu makanan yang layak, ataukah itu batu, ataukah itu makanan yang ada di tempat sampah.

tujuannya hanya satu.
menemukan si 'lumpuh'. ia tahu bahwa si lumpuh pergi karena satu alasan. dan dia yakin itu.
karena antara mereka berdua, tak ada lagi yang harus ditutuupi lagi...

bertahun-tahun si buta berjalan... hanya menunggu pengharapan dari TUHAN, dari orang-orang yang baik yang dijumpainya selama perjalanannya.

hingga akhirnya, ia menemukan sebuah gubuk yang benar-benar bau dan berdebu. pengalaman mengajarkannya cara mendeskripsikan suatu keadaan.

ia berjalan menaiki undakan tangga, meraba, hingga akhirnya ia tiba di sebuah kamar. sebuah kamar yang paling bau dari semua kamar...

ia meraba, dan terus meraba... kamar itu sungguh seperti bangunan yang baru ambrol tertimpa gempa bumi...

ia akhirnya menemukan secarik kertas dia atas ranjang yang bertumpukan batu-batu...
ia meraba, dan... ia mengenali apa isi secarik kertas itu...

itu huruf braile! tertulis:


dunia tak berjalan semestinya...
dunia hanya bisa terdiam, memaku, dan diam dalam kesunyian
dunia memang tak seindah bola matamu...
aku tahu, kau adalah inspirasi hitam putih ku
aku tahu, kau mencari suatu kepastian
begitu juga diriku, menunggu kepastian kapan engkau akan datang
dunia tak pernah berputar
meski bola mataku terus berputar
aku tak pernah merasakan hujan
tapi mataku terus memaksaku,
membasahi sekujur tubuh
hanya itu yang ada disini,
di tempat ini...
suatu saat,
aku yakin...
kau akan kembali...
meskipun kusadar,
aku hanyalah sekumpulan tanah dan tulang yang tak berarti
setidaknya, aku tak pernah meninggalkanmu...
warna meemperdayaimu
tapi aku, seperti merepik alam.
diam dalam kesunyian..
aku masih disini...
dengan raga dan air mata...

salam,

sahabat yang tak pernah pergi kemanapun...

No comments: